SAINS PERIODE ROMAWI
LETAK
GEOGRAFIS
Romawi merupakan tempat kuno di Eropa yang menjadi sumber kebudayaan Barat.
Terletak di Semenanjung Apenina (sekarang Italia). Batas-batasnya adalah :
• Sebelah Utara semenanjung Apenina bersambung dengan daratan Eropa yang terdapat pegunungan Alpen sebagi batas alam yang memanjang.
• Sebelah Barat Laut yang memisahkan Italia dengan Perancis.
• Sebelah Utara memisahkan Italia dengan Swiss dan Austria.
• Sebelah Timur Laut dengan Yugoslavia.
PERADABAN
ROMAWI
Romawi Kuno
adalah sebuah peradaban yang
tumbuh dari negara-kota Roma didirikan di Semenanjung Italia di sekitar abad ke-9 SM. Selama keberadaanya selama 12 abad, kebudayaan Romawi
berubah dari sebuah monarki ke
sebuah republik oligarki
sampai ke kekaisaran yang
luas. Dia datang untuk mendominasi Eropa Barat dan wilayah sekitar di sekitar Laut Tengah melalui penaklukan dan asimilasi. Namun beberapa faktor menyebabkan kemerosotannya.
Sebelah barat kekaisaran, termasuk Hispania, Gaul, dan Italia, akhirnya
pecah menjadi kerajaan merdeka pada abad ke-5; kekaisaran timur, diatur dari Konstantinopel, disebut sebagai Kekaisaran Romawi Timur setelah tahun 476, tanggal tradisional "kejatuhan
Romawi" dan kelanjutannya Zaman
Pertengahan.
Peradaban Romawi seringkali dikelompokan sebagai
"klasik antik" bersama dengan Yunani kuno, sebuah peradaban yang menginspirasikan banyak budaya
Romawi Kuno. Romawi Kuno menyumbangkan banyak kepada pengembangan hukum,
perang, seni, literatur, arsitektur, dan bahasa dalam dunia Barat, dan sejarahnya terus memiliki pengaruh besar dalam
dunia sekarang ini.
Romawi merupakan
tempat kuno di Eropa yang menjadi sumber kebudayaan Barat.
Masa Romawi yang merupakan masa terakhir dari pertumbahan ilmu pada Zaman Kuno dan merupakan masa yang paling sedikit memberikan sumbangsih pada seajarah ilmu dalam Zaman Kuno. Namun bangsa Romawi memiliki kemahiran dalam kemampuan keinsinyuran dan keterampilan ketatalaksanaan serta mengatuur hukum dan pemerintahan. Bangsa ini tidak menekankan soal-soal praktis dan mengabaikan teori ilmiah, sehingga pada masa ini tidak muncul ilmuwan yang terkemuka.
Masa Romawi yang merupakan masa terakhir dari pertumbahan ilmu pada Zaman Kuno dan merupakan masa yang paling sedikit memberikan sumbangsih pada seajarah ilmu dalam Zaman Kuno. Namun bangsa Romawi memiliki kemahiran dalam kemampuan keinsinyuran dan keterampilan ketatalaksanaan serta mengatuur hukum dan pemerintahan. Bangsa ini tidak menekankan soal-soal praktis dan mengabaikan teori ilmiah, sehingga pada masa ini tidak muncul ilmuwan yang terkemuka.
TOKOH
PADA ZAMAN ROMAWI
1.)
Pliny The Elder
Gaius Plinius
Secundus (23 Masehi –
25 Agustus 79) atau Plinius yang Tua (bahasa Inggris:
Pliny the Elder), adalah penulis, pengamat alam, filsuf, serta komandan
armada darat dan laut dari masa awal Kekaisaran Romawi.
Ia adalah kawan dekat dari Kaisar Titus Vespasianus.
Karya
monumentalnya, Naturalis Historia ("Sejarah Alam"), menjadi
rujukan bagi penulisan ensiklopedia
sesudahnya. Ia adalah paman dari Plinius yang Muda.
Plinius
meninggal dalam peristiwa letusan Gunung Vesuvius
tahun 79 Masehi, yang ikut menghancurkan kota Pompeii dan Herculaneum. Ia
dilaporkan mengalami sesak napas akibat asap beracun, meskipun hal ini
diragukan. Namanya diabadikan dalam salah satu tipe letusan gunung api: letusan
tipe Plinius (adj. Plinian).
2.) Ptolemy
Claudius Ptolemaeus (bahasa Yunani: Κλαύδιος Πτολεμαῖος; 90 – 168), adalah seorang ahli geografi, astronom, dan astrolog yang hidup pada zaman Helenistik di
provinsi Romawi, Aegyptus.
Ptolemaeus adalah pengarang beberapa risalah ilmiah, tiga di antaranya
kemudian memainkan peranan penting dalam keilmuwan Islam dan Eropa. Yang pertama adalah risalah astronomi yang
dikenal sebagai Almagest (dalam bahasa Yunani Η μεγάλη
Σύνταξις , "Risalah Besar"). Yang kedua adalah Geographia, yang merupakan diskusi teliti
mengenai pengetahuan geografi Helenistik. Yang ketiga adalah risalah astrologi
dikenal sebagai Tetrabiblos ("Empat buku") dimana dia
berusaha mengadaptasi astrologi
horoskop ke filosofi alam Aristotelian.
Ia juga melestarikan daftar raja-raja kuno, disebut "Kanon Ptolemaeus",
yang penting bagi penelitian sejarah Timur Tengah. Bidang yang diteliti :
- Bidang
Astronomi
Sistem Ptolemy astronomi, yang ditulis
dalam bukunya sintaks tersebut, diterima sampai 1543. Dalam sistem, ia
ditempatkan bumi di pusat bumi dan menempatkan bintang-bintang pada bola
berputar besar. Antara bumi dan bintang, ia ditempatkan matahari dan
planet-planet yang bergerak di sekitar titik dekat dengan bumi. Dia
menggambarkan gerakan planet dengan meminta mereka bergerak sesuai dengan
konstruksi matematika yang kompleks. Ptolemy menggunakan tiga konstruksi
matematika, epicycle, eksentrik, dan equant, untuk menjelaskan pergerakan
planet-planet. Ini dibuat modelnya jauh lebih rumit tetapi memungkinkan dia
untuk menjelaskan gerakan dari sudut pandang geosentris dengan tingkat akurasi
yang adil. Sebuah konstruksi eksentrik adalah salah satu yang tidak berpusat
pada bumi.
Ptolemy dikhususkan dua bagian dari
karyanya ke katalog bintang-bintang. Di dalamnya, ia mengembangkan suatu
deskripsi matematis untuk penempatan bintang. Dia menempatkan bintang-bintang
pada bola langit dan memberi setiap bujur sebuah langit dan lintang. Dia
katalog 1022 bintang dikelompokkan dalam 48 rasi bintang yang berbeda.
- Geografi
Ptolemy juga menulis tentang geografi dan
percaya bahwa bumi itu bulat. Dalam Geografi bukunya, ia mulai dengan sebuah
teori yang sangat baik dari proyeksi peta. Dia juga memberi daftar tempat bersama
dengan garis bujur dan garis lintang, namun dibesar-besarkan ukuran massa tanah
dari Spanyol ke Cina. Kesalahan ini dipimpin Christopher Columbus membuat
perjalanan sejarah.
- Optik
Dalam Optik
bukunya, Ptolemeus menulis tentang pembiasan cahaya ketika berpindah dari satu
substansi ke yang lain, seperti di bagian atas atmosfer. Dalam bukunya ia
memberikan tabel refraksi dan adalah orang pertama yang menemukan fenomena ini.
Fenomena ini adalah alasan bahwa bintang "bersinar".
- Bidang
lainnya
Ptolemeus menulis sebuah buku tentang
empat volume astrologi. Pengobatan serius tentang subjek membantu menyebarkan
studi tentang astrologi. Pada tahun 1977, Robert R. Newton menerbitkan bukunya
The Kejahatan Claudius Ptolemeus di mana ia menuduh Ptolemy dari menjadi
"penipuan paling sukses dalam sejarah". Newton dibebankan Ptolemy
dengan berpura-pura pengamatan pendahulunya agar lebih sesuai dengan teorinya.
Para sejarawan sains, menyatakan bahwa angka Ptolemy dikutip adalah orang-orang
yang setuju dengan teori yang terbaik keluar dari tubuh yang lebih besar
pengamat. Kesimpulan mereka, bagaimanapun, adalah bahwa kasus terhadap Ptolemy
tidak terbukti.
Karya Ptolemy
Peta Dunia Ptolemy 150 Masehi
digambar ulang pada abad ke-15.
Peta lain Ptolemy digambar ulang
pada tahun 1482 (Johannes de Armsshein).
Peta Dunia Ptolemeus, naskah kuno
dari Nicolaus Germanus, 1467.
Peta detail dari Asia Tenggara
3.) Strabo
Strabo (bahasa Yunani: Στράβων; 63/64 SM – ca. 24) adalah sejarawan,
geografer dan filsuf Yunani. Strabo lahir dari keluarga kaya dari Amaseia di Pontus, yang baru saja menjadi bagian dari Kekaisaran Romawi.
Kisah sejarah Strabo hampir sepenuhnya hilang.
Beberapa tanggal kematian telah diusulkan untuk kematian Strabo, tetapi kebanyakan
menyimpulkan
bahwa Strabo meninggal setelah tahun 23. Strabo, Seorang ahli
dan sejarawan
Geografi Tulisannya adalah sebuah karya
sejarah sekarang hilang, yang dia sendiri menggambarkan sebagai Memoirs Historical nya.
4.) Galen
Galenus (Yunani: Γαληνός, Latin: Claudius Galenus dari Pergamum (129-200), lebih dikenal dalam bahasa
Inggris sebagai Galen),
adalah seorang dokter (atau tabib) dari Yunani kuno. Ia memiliki pengaruh besar dalam
kedokteran Eropa.
Galen
dilahirkan di Pergamum (kini: Bergama, Turki), putra dari Nicon, seorang
arsitek kaya. Ia memiliki ketertarikan pada bidang pertanian, arsitektur, astronomi, astrologi, filsafat,
hingga akhirnya ia memilih untuk berkonsentrasi pada kedokteran.
Pada usia 20
tahun ia telah menjadi seorang tabib pada kuil Asclepius
selama 4 tahun. Setelah kematian ayahnya pada 148 atau 149, ia merantau untuk belajar di Smyrna, Korintus, dan Alexandria
selama 12 tahun. Ketika ia kembali ke Pergamum pada 157, ia bekerja sebagai seorang dokter di
sekolah gladiator sleama 3 sampai 4 tahun. Selama masa itu, ia banyak
belajar mengenai perawatan dan penyembuhan trauma dan luka. Kemudian ia mengistilahkan luka
sebagai "jendela untuk masuk ke tubuh".
Galen
melakukan operasi yang berbahaya yang tidak pernah dilakukan lagi hampir selama
2 milenium terakhir termasuk pembedahan otak dan mata. Untuk mengoperasi katarak, ia
menyelipkan sebuah alat seperti benang ke mata hingga di belakang lensa mata.
Ia kemudian menariknya untuk mengangkat katarak. Kesalahan sedikit dapat
menyebabkan buta permanen.
Selain itu ia juga meletakkan dasar standar untuk kedokteran modern.
Pada 162, ia pindah ke Roma di mana ia banyak menyebarkan ilmu anatomi.
Reputasinya kian naik dan dikenal sebagai ahli kedokteran yang berpengalaman
dan memiliki klien yang tersebar luas. Salah satunya adalah konsul Flavius Boethius yang akhirnya memperkenalkan ia menjadi
tabib kerajaan. Ia turut merawat Lucius Verus, Commodus dan Spetimius
Severus. Ia sempat
kembali ke tanah airnya, Pergamum selama 166 hingga 169.
Galen
menghabiskan sisa hidupnya di kerajaan. Sesuai tradisi, tahun meninggalnya
ditetapkan sekitar tahun 200 sesuai dengan dokumen Suda Lexicon dari abad ke-10. Namun ada pendapat
lain yang mengatakan bahwa ia meninggal pada 216, disebabkan perkiraan karya tulis
terakhirnya dituliskan pada akhir 207.
Galen
meneruskan kedokteran Hippokrates di zaman Renaisans. Ia
pun mengemukakan empat humor (cairan) tubuh yaitu darah, empedu kuning (yellow
bile), empedu hitam (black bile) dan mukus. Empat hal ini akan
berputar sesuai dengan empat musim. Ia menysuun teorinya sendiri dari prinsip
tersebut dan banyak karyanya didasarkan pada prinsip Hippokrates.
Karya
terbesarnya adalah tujuh belas buku dari On the Usefulness of the Parts of
the Human Body. Ia juga menulis tentang filsafat dan anatomi.
Teori yang
dikemukakan oleh Galen didasarkan dari penciptaan oleh Pencipta
("Alam" - Greek phusis) - alasan utama mengapa kelak para
sarjana Islam dan Kristen dapat
menerima pandangannya.
Menurutnya,
prinsip kehidupan yang paling dasar adalah pneuma atau udara yang
kemudian dapat dikaitkan dengan jiwa. Hal ini membuktikan bahwa dunia
kedokterannya sangat dipengaruhi oleh hal-hal filosofis. Pneuma physicon
(roh hewani) di otak mengatur
pergerakan, persepsi, dan indera. Pneuma zoticon (roh hayati) yang ada
di jantung
mengatur darah dan suhu tubuh. "Roh alamiah" di hati mengatur nutrisi dan metabolisme.
Galen memperluas
wawasannya dengan melakukan penelitian pada hewan. Salah satu metodenya adalah
menunjukkan pembedahan pada seokar babi, memotong saraf
laringealnya
(nantinya bagians araf ini dikenal sebagai Saraf Galen) yang dapat
menghentikan erangan babi tersebut. Ia juga pernah mengikat ureter pada hewan yang masih hidup untuk
menunjukkan bahwa urin berasal dari ginjal, dab merusak saraf untuk menunjukkan paralisis.
Metode penunjukkan kepada publik seperti yang dilakukan oleh Galen ini
digunakan sebagai cara belajar bagi mahasiswa kedokteran dan tak jarang
menimbulkan perdebatan.
Ada bebrapa
teori Galen yang terbukti benar seperti argumentasinya akan pikiran yang
terdapat di otak, bukan di hati seperti yang dikemukakan oleh Aristoteles.
Bagaimanapun juga ada beberapa teori yang
cacat seperti pemahaman Galen akan sistem sirkulasi. Ia menduga sistem vena dan arteri adalah dua sistem yang terpisah.
Teori ini akhirnya ditolak oleh William Harvey
pada abad ke-17. Oleh karena ia menggunakan hewan sebagai media percobaannya,
terdapat kesalahpahaman antara organ hewan dan organ manusia. Hal ini
dikarenakan tidak semua organ serupa pada setiap spesies.
Ilmu
kedokteran di Arab pada zaman pertengahan mengembangkan apa yang telah ditemukan para
pakar Yunani kuno, termasuk pula karya Galen seperti teori humoralnya. Banyak
karya Galen yang dituliskan dalam bahasa Yunani diterjemahkan ke bahasa Suriah
oleh Imam Nestor di Universitas Gundishapur, Persia. Oleh ilmuwan Arab, karya Galen
kemudian diterjemahkan ke bahasa Arab.
PERKEMBANGAN SEJARAH
ROMAWI
(a)
Periode 1000 – 510 SM Zaman Kerajaan
Pada masa ini Semenanjung Apenina dihuni oleh bangsa pendatang dari Laut Kaspia sedangkan di bagian Selatan di huni oleh bangsa Funisia dan Yunani. Diantara mereka terjadi percampuran sehingga melahirkan bangsa Romawi
Pada masa ini Semenanjung Apenina dihuni oleh bangsa pendatang dari Laut Kaspia sedangkan di bagian Selatan di huni oleh bangsa Funisia dan Yunani. Diantara mereka terjadi percampuran sehingga melahirkan bangsa Romawi
Kota Roma didirikan menurut Vergilius
dalam karyanya Aenens, kota Roma didirikan 1754 SM. Kota Roma didirikan oleh
Romulus anak Aeneis dan Lavinia putri Latinus (Raja negeri Latinum) yang telah
membunuh saudara kembarnya Remus.
Kerajaan Roma diperintah seorang raja yang merangkap sebagai panglima perang dan hakim tinggi. Dalam menjalankan pemerintahannya Raja dibantu oleh Senat, yang terdiri 300 orang golongan patricier (bangsawan). Roma menjadi negara Republik yang dikuasai kaum bangsawan (Aristokrasi)
Kerajaan Roma diperintah seorang raja yang merangkap sebagai panglima perang dan hakim tinggi. Dalam menjalankan pemerintahannya Raja dibantu oleh Senat, yang terdiri 300 orang golongan patricier (bangsawan). Roma menjadi negara Republik yang dikuasai kaum bangsawan (Aristokrasi)
(b) Periode 510 –31 SM Zaman Republik
Pada masa ini Roma berbentuk Republik yang pemerintahannya dijalankan oleh dua orang Konsul yang dipilih oleh rakyat. Kemudian dibentuk dewan yang terdiri :
• Senat, yaitu golongan bangsawan
• Dewan Perwakilan Rakyat, sebagian besar kaum bangsawan, hanya 4 orang golongan rakyat
biasa. Dan 4 orang ini mempunyai Hak Veto.
Sering terjadinya pertentangan antara golongan bangsawan dan Rakyat biasa sehingga golongan rakyat mengungsi ke pegunungan. Hal ini menyebabkan golongan bangsawan menderita. Akibatnya golongan rakyat dipanggil dan diadakan perundingan sehingga menghasilkan kesepakatan persamaan hak yang dituangkan dalam "Twaalftafelenwet" yaitu 12 meja batu undang-undang.
Sering terjadinya pertentangan antara golongan bangsawan dan Rakyat biasa sehingga golongan rakyat mengungsi ke pegunungan. Hal ini menyebabkan golongan bangsawan menderita. Akibatnya golongan rakyat dipanggil dan diadakan perundingan sehingga menghasilkan kesepakatan persamaan hak yang dituangkan dalam "Twaalftafelenwet" yaitu 12 meja batu undang-undang.
(c) Periode 31 SM – 476 M Zaman Kekaisaran
Kaisar-kaisar yang pernah memerintah adalah :
• Kaisar Octavianus dengan gelar Kaisar Agustus dan Princeps Civitas (warga tertinggi yang
terpilih,yang adil dan bijaksana) adalah
peletak dasar kekaisaran Romawi. Wilayahnya
meliputi Afrika Utara, Asia Barat, dan
sebagian besar Eropa.Kaisar Octavianus berkuasa
hingga tahun 14 M, Hal penting yang ia
wariskan adalah dimulainya penanggalan Masehi
yang bertepatan dengan lahirnya Isa Al Masih.
• Kaisar Romawi berikutnya adalah Kaisar Nero (54-68 SM), Kaisar Nero terkenal sangat
• Kaisar Romawi berikutnya adalah Kaisar Nero (54-68 SM), Kaisar Nero terkenal sangat
kejam dan membunuh para pemeluk agama
Kristen.
• Kaisar Kaligula, terkenal kekejamannya
• Kaisar Vesvasianus (69-79 M), terkenal karena penindasannya terhadap bangsa Yahudi di
• Kaisar Kaligula, terkenal kekejamannya
• Kaisar Vesvasianus (69-79 M), terkenal karena penindasannya terhadap bangsa Yahudi di
Palestina, sehingga bangsa Yahudi terusir
dari negerinya dan menyebar ke penjuru dunia
• Kaisar Hardianus (117-138 M)
• Kaisar Konstantin Agung (306-337M)
• Kaisar Theodosius (378-395M).
• Kaisar Hardianus (117-138 M)
• Kaisar Konstantin Agung (306-337M)
• Kaisar Theodosius (378-395M).
Pada
masa Theodosius Romawi dibagi menjadi 2 : Romawi Barat dengan ibukota Roma dan Romawi
Timur dengan ibukota Konstantinopel. Romawi Barat jatuh tahun 476 M oleh
Odoakar seorang panglima tentara sewaan Jerman, Romawi Timur jatuh tahun 1453 M
ke tangan Turki dan berubah menjadi Istambul.
HASIL KEBUDAYAAN ROMAWI
Kebudayaan Romawi merupakan perpaduan antara kebudayaan Yunani kuno dan
Romawi. Misalnya :
• Nama-nama Dewa : Dewa Zeus diganti Jupiter, Aphrodite diganti Venus, Ares diganti Mars.
• Nama-nama bulan:
a) Januari = Jenus yaitu dewa bermuka dua,
b) Februari = Februa yaitu pesta makan menyambut tahun baru dan angka-angka Romawi
c) September = septe yang berarti 7
d) Oktober =Okto yang berarti 8.
e) Pada jaman yulius Caesar urutan bulan diubah karena dia ingin memasukan namanya yaitu Juli = 7,
f) Begitu juga masa Octavianus, Agustus = 8. Hal ini menyebabkan kacaulah urutan bulan.
• Organisasi Negara dan Kemiliteran, pendidikan, kesenian, filsafat ilmu pengetahuan, dan hukum (Codex Justinianus)
• Nama-nama Dewa : Dewa Zeus diganti Jupiter, Aphrodite diganti Venus, Ares diganti Mars.
• Nama-nama bulan:
a) Januari = Jenus yaitu dewa bermuka dua,
b) Februari = Februa yaitu pesta makan menyambut tahun baru dan angka-angka Romawi
c) September = septe yang berarti 7
d) Oktober =Okto yang berarti 8.
e) Pada jaman yulius Caesar urutan bulan diubah karena dia ingin memasukan namanya yaitu Juli = 7,
f) Begitu juga masa Octavianus, Agustus = 8. Hal ini menyebabkan kacaulah urutan bulan.
• Organisasi Negara dan Kemiliteran, pendidikan, kesenian, filsafat ilmu pengetahuan, dan hukum (Codex Justinianus)
KARAKTERISTIK ZAMAN ROMAWI (Abad ke-1 SM - Abad ke-5)
Romawi menjadi besar pada
abad ke-1 SM dengan menaklukkanYunani, Eropa, Asia Barat, dan Afrika Utara
Lebih tertarik kepada peperangan,
memerintah, hukum, daripada kepada filsafat
Membiarkan filsafat diteruskan
oleh orang Yunani, sehingga perguruan Akademia dapat terus hidup
Mula-mulabukannasrani,
tetapi kemudian menjadi nasrani (di mulaidariRomawiTimur)
Denganalasanbukannasrani,
Perguruan Akademia ditutup oleh Kaisar Justinian pada tahun 529
FILSAFAT DAN ILMU PADA PERIODE
ROMAWI
A.
Bidang Filsafat
·
Diteruskan oleh orang Yunani
·
Mereka meneruskan filsafat dari zaman
Yunani Kuno
·
Mereka dikenal sebagai Neo-Pythagoras,
Neo-Plato, Neo-Aristoteles
B. Ilmu
Dalam lapangan ilmu pengetahuan, bangsa Romawi bukanlah
pencipta teori-teori, tetapi pelaksana teori yang telah ada sejak zaman Yunani.
Dengan ini mata rantai yang seakan-akan putus dalam perkembangan ilmu
pengetahuan menjadi tumbuh kembali. Bila sarjana Yunani adalah ahli teori, maka
sarjana Romawi adalah ahli praktek. Sebagian ilmu
diteruskan oleh orang Yunani dan sebagian lagi oleh orang Romawi. Tokoh
terkenal pada waktu itu: Ptolemaeus (astronomi), Sosigenes (astronomi), Galen,
Celsus (medik), Vitruvius (arsitek), Diophantus, Pappus, Hypatia (matematika).
1. Bidang
Astronomi
·
Pada waktu itu, Claudius Ptolemaeus mengemukakan paham
geosentris (benda langit beredar mengelilingi bumi)
·
Asumsi ini cocok dengan anggapan bahwa
manusia adalah pusat alam dan dianut oleh katedral (gereja)
·
Asumsi ini bertahan sampai Zaman
Kebangkitan
2.
Kalender
Sebelum Romawi menjadi
negara adikuasa (abad ke-1 sM), mereka juga menerima kalender dari
Yunani Kuno . Romawi menyusun kalender
matahari yang berubah-ubah yang kemudian
distandardisasi oleh Julius Ceaser . Kalender inilah yang kemudian menjadi kalender internasional yang kita pergunakan sekarang (disempurnakan oleh
Paus Gregoriu.Julius Ceaser menugaskan Sosigenes menstandarkan kalender.
Konon
kabarnya, kalender Romawi kuno ditetapkan oleh raja pertamanya pada abad ke-7
atau ke-8 sebelum Masehi. Pada ketentuan raja Romulus ini, awal tahun dimulai
pada bulan Martius dan diakhiri pada bulan December (desi = 10). Panjang tahun
adalah 10 bulan. Setiap bulan terdiri atas 30 atau 31 hari sehingga di dalam
setahun terdapat 304 hari. Setelah itu terdapat celah musim dingin yang tidak
ada kalendernya.
Raja
kedua Numa Pompilius membagi celah musim dingin itu menjadi dua bulan yakni
bulan Januarius dan Februarius. Dua bulan tambahan sebanyak 50 hari ini
diletakkan di akhir tahun sehingga di dalam setahun terdapat 354 hari. Kemudian
pada bulan Januarius ditambahkan satu hari lagi sehingga di dalam setahun
terdapat 355 hari.
Raja
kelima Tarquinius Priscus (616 – 579 sM) adalah orang Etruscan. Kalender diubah
menjadi kalender republik. Pada kalender republik ini, Februarius 28 hari;
Martius, Maius, Julius (waktu itu masih bernama Quintilis), dan October, masing-masing 31 hari; serta Januarius,
Aprilis, Junius, Augustus (waktu itu masih bernama Sextilis), dan December,
masing-masing 29 hari. Di dalam setahun terdapat 355 hari. Raja ini juga
memindahkan awal tahun ke bulan Januarius namun pada tahun 510 sM, melalui
pengusiran orang Estrucan, awal tahun dikembalikan ke bulan Maret.
Pada
setiap akhir tahun, orang Romawi melakukan pembayaran upah. Sering upah
berkenaan dengan pekerjaan di dalam musim yang dipengaruhi oleh kedudukan
matahari. Namun dengan 355 hari setahun, kedudukan matahari bergeser dari akhir
tahun ke akhir tahun. Karena itu orang Romawi menambahkan 22 dan 23 hari
selang-seling pada setiap dua tahun, dan tambahan diselipkan di antara tanggal
23 dan 24 Februarius. Dengan demikian, setiap empat tahun terdapat 1465 hari
atau rerata di dalam setahun terdapat
366,25 hari.
Julius
Ceaser memanggil Sosigenes untuk membenahi kalender. Sosigenes menggunakan
tahun dengan 365,25 hari. Pada tahun 46
sM, Sosigenes menambah 67 hari ke dalam kalender sehingga pada tahun itu
terdapat 445 hari. Mulai tahun 45 sM, Romawi menggunakan kalender baru yakni
tahun dimulai pada tanggal 1 Januarius. Bulan Januarius, Martius, Maius,
Quintilis (Juli), September, November terdiri atas 31 hari. Bulan Aprilis,
Junius, Sextilis (Agustus), October, dan December terdiri atas 30 hari. Bulan
Februarius terdiri atas 29 hari. Di dalam setahun terdapat 365 hari. Dan setiap
empat tahun, di antara tanggal 23 dan 24 Februari ditambah satu hari.
Pada
tahun 44 sM, Senat Romawi mengusulkan bulan Quintilis diubah menjadi Julius
untuk menghormati Julius Caesar serta pada tahun 8 sM, Senat mengusulkan bulan
Sextilis diubah menjadi Augustus untuk menghormati Augustus Caesar. Kedua
kaisar ini harus sama besarnya sehingga bulan Julius dan Augustus masing-masing
harus terdiri atas 31 hari. Satu hari tambahan pada bulan Agustus diambil dari
bulan Februarius sehingga bulan Februarius berkurang menjadi 28 hari. Karena
terdapat berturut-turut Julius, Augustus, September sebesar 31 hari, maka
diadakan perubahan. Dengan perubahan itu, September dan November terdiri atas
30 hari serta October dan December menjadi 31 hari. Di dalam setahun terdapat
365 hari. Dan setiap empat tahun, bulan Februarius terdiri atas 29 hari.
Ternyata
penambahan satu hari di dalam empat tahun adalah terlalu banyak. Satu tahun
tropis terdiri atas 365,242199 hari sehingga setelah lebih dari 15 abad,
kelebihan itu menjadi sepuluh hari. Pada tahun 1582, Paus Gregorius XIII
memangkas kalender sebanyak 10 hari sehingga setelah tanggal 4 October,
besoknya menjadi tanggal 15 October. Selain itu, setiap empat abad, dikurangi 3
hari. Pengurangan ini ditempuh dengan menghilangkan tahun kabisat pada tahun
ratusan yang tidak habis dibagi empat ratus. Ini berarti tahun 1700, 1800, dan
1900
bukan tahun kabisat tetapi tahun 1600 dan 2000 adalah tahun kabisat.
Sebelum menggunakan kalender baru, tahun terakhir berlangsung selama 445 hari.
Kalender ini yang kita gunakan sekarang (pada abad ke-15 dikoreksi oleh Paus Gregorius) dengan
mengurangi tiga hari pada setiap empat abad; ketika diterapkan, terjadi
lompatan 10 hari.
Penanggalan Romawi mula-mula hanya 10
bulan, dari Martius sampai December. Oleh kaisar Romawi ke-2, ditambah 2 bulan
pada musim dingin sehingga menjadi
1.
Martius
2.
Aprilis
3.
Maius
4.
Junius
5.
Quintilis (Julius)
6.
Sextilis (Augustus)
7.
September
8.
October
9.
November
10. December
11. Januarius
12. Februarius
Karena ada upacara pada bulan Januarius,
maka kemudian awal tahun digeser ke Januarius. Pada tahun ke-45 sebelum Masehi,
penanggalan Romawai cukup kacau. Julius Ceaser minta Sosigenes membenahi
kalender. Dasar pembenahan adalah 365 ¼
hari setahun sehingga setahun 365 hari dan interkalasi 4 tahun sekali
dengan 366 hari. Dimulai tahun 44 sebelum Masehi sehingga tahun 45 sM menjadi
400 hari lebih.
Senat menghormati Julius Ceaser dan
mengganti Quintilis menjadi Julius. Pada tahun 4 sM, Senat menghormati Augustus
Ceaser dan mengganti Sextilis menjadi Augustus. Bulan Julius dan Augustus
dibuat sama 31 hari.
Ternyata setahun mengandung 365 ¼ hari
kurang sedikit sehingga kelebihan. Pada abad ke-16 kelebihan sampai 10 hari.
Agar cocok pada tahun 1527, 10 hari itu dihilangkan pada bulan Oktober (tanggal
5 lompat ke 15) dan selanjutnya setiap 400 tahun dikurangi 3 hari pada tahun
ratusan.
Penanggalan
·
Masehi :
1 – 1 – 2000
·
Hijrah :
24 Ramadhan 1420
·
Jawa :
24 Pasa 1932
·
Yahudi :
5761
·
Koptik :
1717
·
Ethiopia :
1993
·
Persia :
1379
·
Hindu :
5101
·
Konghucu :
25 – 11 – 2550
·
Jepang :
1 – 1 – 2660
·
Romawi :
2753
·
Thailand :
1 – 1 – 2543
3. Pengobatan
Bangsa Romawi pertama kali mempelajari
ilmu pengobatan dari bangsa Yunani. Faktanya, sebagian besar dokter Romawi
berasal dari Yunani, atau merupakan keturunan Yunani. Seperti bangsa Yunani,
bangsa Romawi percaya pada empat cairan (empedu hitam, empedu kuning, lendir,
dan darah) dan metode pengobatan dengan cara pengeluaran darah. Dokter Romawi
yang paling penting adalah Galen, yang hidup pada tahun 100-an Masehi dan
menulis sebuah buku tentang pengobatan. Buku Galen tersebut (sebenarnya
merupakan versi pendeknya) menjadi buku pengobatan utama yang digunakan oleh
para dokter di Eropa selama ratusan tahun berikutnya. Galen mengulangi banyak
penelitian Hippokrates mengenai empat cairan, namun dia juga menambahkan banyak
sekali hasil penelitiannya tentang tubuh manusia. Galen mempelajari bagian
dalam tubuh manusia dengan cara memeriksanya langsung. Biasanya dia mengamati
tubuh prajurit atau gladiator yang terluka. Dan dia memebdah banyak hewan untuk
mengetahui cara kerja tubuh mereka. Galen tentunya mengetahui tentang anatomi
lebih banyak daripada Hippokrates. Galen memahami bahwa darah dialirkan ke
seluruh tubuh oleh jantung. Dan dia sudah mengungkap bahwa saraf mengendalikan
gerakan tubuh, dan bahwa manusia berpikir menggunakan otak. Namun dia tidak
membuat banyak kemajuan dalam hal metode pengobatan terhadap manusia. Dia masih
berpikiran bahwa metode pengeluaran darah adalah cara yang baik.
4. Angka
Romawi
Bangsa Romawi mempergunakan beberapa
sistem berbeda untuk penulisan angka. Kadang mereka menulis angka seperti ini:
I II III IV V dan di lain waktu mereka mempergunakan angka Yunani. Angka Romawi
tidak selalu ditulis dengan cara yang sama. Berikut ini adalah tabel yang
menunjukkan angka Romawi.
|
Lambang
|
Nilai
|
|
I
|
1
|
|
II
|
2
|
|
III
|
3
|
|
IV
|
4
|
|
V
|
5
|
|
VI
|
6
|
|
VII
|
7
|
|
IX
|
9
|
|
X
|
10
|
|
Lambang
|
Nilai
|
|
XI
|
11
|
|
XII
|
12
|
|
XIII
|
13
|
|
XIV
|
14
|
|
XIX
|
19
|
|
XX
|
20
|
|
XXX
|
30
|
|
XL
|
40
|
|
C
|
100,dst
|
Runtuhnya Romawi
·
Romawi diserang oleh Goth dari Utara
serta oleh Vandals
·
Pada akhir abad ke-4, Romawi pecah menjadi Romawi Barat (di Roma) dan
Romawi Timur (di Konstantinopel)
·
Romawi Barat runtuh pada abad ke-5
·
Romawi Timur dapat bertahan sampai tahun
1475 namun mereka lebih dikenal
sebagai Byzantium daripada sebagai Romawi
·
Di sini, Zaman Romawi diakhiri dengan
runtuhnya Romawi Barat
·
Dengan demikian, Zaman Romawi adalah
dari abad ke-1 sM sampai abad ke-5
DAFTAR
PUSTAKA
http://semuacintafisika.blogspot.com/2012/09/sains-periode-romawi.html
(diakses tanggal 23
maret
2013 )
http://id.wikipedia.org/wiki/Romawi_Kuno
( diakses tanggal 23 Maret 2013 )
http://id.wikipedia.org/wiki/Ptolemy
( diakses tanggal 23 Maret 2013 )
http://id.wikipedia.org/wiki/Pliny_the_Elder
( diakses tanggal 23 Maret 2013 )
http://id.wikipedia.org/wiki/Strabo
(diakses tanggal 23 Maret 2013 )
http://id.wikipedia.org/wiki/Galen
(diakses tanggal 23 Maret 2013 )
tanggal
23 Maret 2013 )
Wikipedia terjemahan. Sejarah Ilmu Pengetahuan di Zaman Kuno Klasik. (Online,



Tidak ada komentar:
Posting Komentar