http://cursor.com/images/12a.gifhttp://cursor.com/images/12a.gif Blogger Widgets I Agree Line Smiley Dragonball Online Majin Buu Hand

Jumat, 06 Desember 2013

SAINS PERIODE ROMAWI


LETAK GEOGRAFIS

     Romawi merupakan tempat kuno di Eropa yang menjadi sumber kebudayaan Barat.
Terletak di Semenanjung Apenina (sekarang Italia). Batas-batasnya adalah :
• Sebelah Utara semenanjung Apenina bersambung dengan daratan Eropa yang terdapat     pegunungan Alpen sebagi batas alam yang memanjang.
• Sebelah Barat Laut yang memisahkan Italia dengan Perancis.
• Sebelah Utara memisahkan Italia dengan Swiss dan Austria.
• Sebelah Timur Laut dengan Yugoslavia.

PERADABAN ROMAWI

Perkembangan di masa Romawi Kuno berpusat di tempat yang disebut Forum Romawi ini.
     Romawi Kuno adalah sebuah peradaban yang tumbuh dari negara-kota Roma didirikan di Semenanjung Italia di sekitar abad ke-9 SM. Selama keberadaanya selama 12 abad, kebudayaan Romawi berubah dari sebuah monarki ke sebuah republik oligarki sampai ke kekaisaran yang luas. Dia datang untuk mendominasi Eropa Barat dan wilayah sekitar di sekitar Laut Tengah melalui penaklukan dan asimilasi. Namun beberapa faktor menyebabkan kemerosotannya. Sebelah barat kekaisaran, termasuk Hispania, Gaul, dan Italia, akhirnya pecah menjadi kerajaan merdeka pada abad ke-5; kekaisaran timur, diatur dari Konstantinopel, disebut sebagai Kekaisaran Romawi Timur setelah tahun 476, tanggal tradisional "kejatuhan Romawi" dan kelanjutannya Zaman Pertengahan.
     Peradaban Romawi seringkali dikelompokan sebagai "klasik antik" bersama dengan Yunani kuno, sebuah peradaban yang menginspirasikan banyak budaya Romawi Kuno. Romawi Kuno menyumbangkan banyak kepada pengembangan hukum, perang, seni, literatur, arsitektur, dan bahasa dalam dunia Barat, dan sejarahnya terus memiliki pengaruh besar dalam dunia sekarang ini.
     Romawi merupakan tempat kuno di Eropa yang menjadi sumber kebudayaan Barat.
Masa Romawi yang merupakan masa terakhir dari pertumbahan ilmu pada Zaman Kuno dan merupakan masa yang paling sedikit memberikan sumbangsih pada seajarah ilmu dalam Zaman Kuno. Namun bangsa Romawi memiliki kemahiran dalam kemampuan keinsinyuran dan keterampilan ketatalaksanaan serta mengatuur hukum dan pemerintahan. Bangsa ini tidak menekankan soal-soal praktis dan mengabaikan teori ilmiah, sehingga pada masa ini tidak muncul ilmuwan yang terkemuka.

TOKOH PADA ZAMAN ROMAWI
1.)    Pliny The Elder
     Gaius Plinius Secundus (23 Masehi – 25 Agustus 79) atau Plinius yang Tua (bahasa Inggris: Pliny the Elder), adalah penulis, pengamat alam, filsuf, serta komandan armada darat dan laut dari masa awal Kekaisaran Romawi. Ia adalah kawan dekat dari Kaisar Titus Vespasianus.
     Karya monumentalnya, Naturalis Historia ("Sejarah Alam"), menjadi rujukan bagi penulisan ensiklopedia sesudahnya. Ia adalah paman dari Plinius yang Muda.
     Plinius meninggal dalam peristiwa letusan Gunung Vesuvius tahun 79 Masehi, yang ikut menghancurkan kota Pompeii dan Herculaneum. Ia dilaporkan mengalami sesak napas akibat asap beracun, meskipun hal ini diragukan. Namanya diabadikan dalam salah satu tipe letusan gunung api: letusan tipe Plinius (adj. Plinian).
2.)    Ptolemy
     Claudius Ptolemaeus (bahasa Yunani: Κλαύδιος Πτολεμαῖος; 90168), adalah seorang ahli geografi, astronom, dan astrolog yang hidup pada zaman Helenistik di provinsi Romawi, Aegyptus.
     Ptolemaeus adalah pengarang beberapa risalah ilmiah, tiga di antaranya kemudian memainkan peranan penting dalam keilmuwan Islam dan Eropa. Yang pertama adalah risalah astronomi yang dikenal sebagai Almagest (dalam bahasa Yunani Η μεγάλη Σύνταξις , "Risalah Besar"). Yang kedua adalah Geographia, yang merupakan diskusi teliti mengenai pengetahuan geografi Helenistik. Yang ketiga adalah risalah astrologi dikenal sebagai Tetrabiblos ("Empat buku") dimana dia berusaha mengadaptasi astrologi horoskop ke filosofi alam Aristotelian. Ia juga melestarikan daftar raja-raja kuno, disebut "Kanon Ptolemaeus", yang penting bagi penelitian sejarah Timur Tengah. Bidang yang diteliti :
  1. Bidang Astronomi
      Sistem Ptolemy astronomi, yang ditulis dalam bukunya sintaks tersebut, diterima sampai 1543. Dalam sistem, ia ditempatkan bumi di pusat bumi dan menempatkan bintang-bintang pada bola berputar besar. Antara bumi dan bintang, ia ditempatkan matahari dan planet-planet yang bergerak di sekitar titik dekat dengan bumi. Dia menggambarkan gerakan planet dengan meminta mereka bergerak sesuai dengan konstruksi matematika yang kompleks. Ptolemy menggunakan tiga konstruksi matematika, epicycle, eksentrik, dan equant, untuk menjelaskan pergerakan planet-planet. Ini dibuat modelnya jauh lebih rumit tetapi memungkinkan dia untuk menjelaskan gerakan dari sudut pandang geosentris dengan tingkat akurasi yang adil. Sebuah konstruksi eksentrik adalah salah satu yang tidak berpusat pada bumi.
     Ptolemy dikhususkan dua bagian dari karyanya ke katalog bintang-bintang. Di dalamnya, ia mengembangkan suatu deskripsi matematis untuk penempatan bintang. Dia menempatkan bintang-bintang pada bola langit dan memberi setiap bujur sebuah langit dan lintang. Dia katalog 1022 bintang dikelompokkan dalam 48 rasi bintang yang berbeda.
  1. Geografi
     Ptolemy juga menulis tentang geografi dan percaya bahwa bumi itu bulat. Dalam Geografi bukunya, ia mulai dengan sebuah teori yang sangat baik dari proyeksi peta. Dia juga memberi daftar tempat bersama dengan garis bujur dan garis lintang, namun dibesar-besarkan ukuran massa tanah dari Spanyol ke Cina. Kesalahan ini dipimpin Christopher Columbus membuat perjalanan sejarah.
  1. Optik
     Dalam Optik bukunya, Ptolemeus menulis tentang pembiasan cahaya ketika berpindah dari satu substansi ke yang lain, seperti di bagian atas atmosfer. Dalam bukunya ia memberikan tabel refraksi dan adalah orang pertama yang menemukan fenomena ini. Fenomena ini adalah alasan bahwa bintang "bersinar".
  1. Bidang lainnya
     Ptolemeus menulis sebuah buku tentang empat volume astrologi. Pengobatan serius tentang subjek membantu menyebarkan studi tentang astrologi. Pada tahun 1977, Robert R. Newton menerbitkan bukunya The Kejahatan Claudius Ptolemeus di mana ia menuduh Ptolemy dari menjadi "penipuan paling sukses dalam sejarah". Newton dibebankan Ptolemy dengan berpura-pura pengamatan pendahulunya agar lebih sesuai dengan teorinya. Para sejarawan sains, menyatakan bahwa angka Ptolemy dikutip adalah orang-orang yang setuju dengan teori yang terbaik keluar dari tubuh yang lebih besar pengamat. Kesimpulan mereka, bagaimanapun, adalah bahwa kasus terhadap Ptolemy tidak terbukti.
Karya Ptolemy
 
Peta Dunia Ptolemy 150 Masehi digambar ulang pada abad ke-15.
Peta lain Ptolemy digambar ulang pada tahun 1482 (Johannes de Armsshein).
Peta Dunia Ptolemeus, naskah kuno dari Nicolaus Germanus, 1467.
Peta detail dari Asia Tenggara
3.)    Strabo
     Strabo (bahasa Yunani: Στράβων; 63/64 SM – ca. 24) adalah sejarawan, geografer dan filsuf Yunani. Strabo lahir dari keluarga kaya dari Amaseia di Pontus, yang baru saja menjadi bagian dari Kekaisaran Romawi. Kisah sejarah Strabo hampir sepenuhnya hilang.
          Beberapa tanggal kematian telah diusulkan untuk kematian Strabo, tetapi kebanyakan
      menyimpulkan bahwa Strabo meninggal setelah tahun 23. Strabo, Seorang ahli dan sejarawan
      Geografi Tulisannya adalah sebuah karya sejarah sekarang hilang, yang dia sendiri menggambarkan sebagai Memoirs Historical nya.

4.)    Galen
     Galenus (Yunani: Γαληνός, Latin: Claudius Galenus dari Pergamum (129-200), lebih dikenal dalam bahasa Inggris sebagai Galen), adalah seorang dokter (atau tabib) dari Yunani kuno. Ia memiliki pengaruh besar dalam kedokteran Eropa.
     Galen dilahirkan di Pergamum (kini: Bergama, Turki), putra dari Nicon, seorang arsitek kaya. Ia memiliki ketertarikan pada bidang pertanian, arsitektur, astronomi, astrologi, filsafat, hingga akhirnya ia memilih untuk berkonsentrasi pada kedokteran.
     Pada usia 20 tahun ia telah menjadi seorang tabib pada kuil Asclepius selama 4 tahun. Setelah kematian ayahnya pada 148 atau 149, ia merantau untuk belajar di Smyrna, Korintus, dan Alexandria selama 12 tahun. Ketika ia kembali ke Pergamum pada 157, ia bekerja sebagai seorang dokter di sekolah gladiator sleama 3 sampai 4 tahun. Selama masa itu, ia banyak belajar mengenai perawatan dan penyembuhan trauma dan luka. Kemudian ia mengistilahkan luka sebagai "jendela untuk masuk ke tubuh".
     Galen melakukan operasi yang berbahaya yang tidak pernah dilakukan lagi hampir selama 2 milenium terakhir termasuk pembedahan otak dan mata. Untuk mengoperasi katarak, ia menyelipkan sebuah alat seperti benang ke mata hingga di belakang lensa mata. Ia kemudian menariknya untuk mengangkat katarak. Kesalahan sedikit dapat menyebabkan buta permanen. Selain itu ia juga meletakkan dasar standar untuk kedokteran modern.
     Pada 162, ia pindah ke Roma di mana ia banyak menyebarkan ilmu anatomi. Reputasinya kian naik dan dikenal sebagai ahli kedokteran yang berpengalaman dan memiliki klien yang tersebar luas. Salah satunya adalah konsul Flavius Boethius yang akhirnya memperkenalkan ia menjadi tabib kerajaan. Ia turut merawat Lucius Verus, Commodus dan Spetimius Severus. Ia sempat kembali ke tanah airnya, Pergamum selama 166 hingga 169.
     Galen menghabiskan sisa hidupnya di kerajaan. Sesuai tradisi, tahun meninggalnya ditetapkan sekitar tahun 200 sesuai dengan dokumen Suda Lexicon dari abad ke-10. Namun ada pendapat lain yang mengatakan bahwa ia meninggal pada 216, disebabkan perkiraan karya tulis terakhirnya dituliskan pada akhir 207.
     Galen meneruskan kedokteran Hippokrates di zaman Renaisans. Ia pun mengemukakan empat humor (cairan) tubuh yaitu darah, empedu kuning (yellow bile), empedu hitam (black bile) dan mukus. Empat hal ini akan berputar sesuai dengan empat musim. Ia menysuun teorinya sendiri dari prinsip tersebut dan banyak karyanya didasarkan pada prinsip Hippokrates.
     Karya terbesarnya adalah tujuh belas buku dari On the Usefulness of the Parts of the Human Body. Ia juga menulis tentang filsafat dan anatomi.
     Teori yang dikemukakan oleh Galen didasarkan dari penciptaan oleh Pencipta ("Alam" - Greek phusis) - alasan utama mengapa kelak para sarjana Islam dan Kristen dapat menerima pandangannya.
     Menurutnya, prinsip kehidupan yang paling dasar adalah pneuma atau udara yang kemudian dapat dikaitkan dengan jiwa. Hal ini membuktikan bahwa dunia kedokterannya sangat dipengaruhi oleh hal-hal filosofis. Pneuma physicon (roh hewani) di otak mengatur pergerakan, persepsi, dan indera. Pneuma zoticon (roh hayati) yang ada di jantung mengatur darah dan suhu tubuh. "Roh alamiah" di hati mengatur nutrisi dan metabolisme.
     Galen memperluas wawasannya dengan melakukan penelitian pada hewan. Salah satu metodenya adalah menunjukkan pembedahan pada seokar babi, memotong saraf laringealnya (nantinya bagians araf ini dikenal sebagai Saraf Galen) yang dapat menghentikan erangan babi tersebut. Ia juga pernah mengikat ureter pada hewan yang masih hidup untuk menunjukkan bahwa urin berasal dari ginjal, dab merusak saraf untuk menunjukkan paralisis. Metode penunjukkan kepada publik seperti yang dilakukan oleh Galen ini digunakan sebagai cara belajar bagi mahasiswa kedokteran dan tak jarang menimbulkan perdebatan.
     Ada bebrapa teori Galen yang terbukti benar seperti argumentasinya akan pikiran yang terdapat di otak, bukan di hati seperti yang dikemukakan oleh Aristoteles.
     Bagaimanapun juga ada beberapa teori yang cacat seperti pemahaman Galen akan sistem sirkulasi. Ia menduga sistem vena dan arteri adalah dua sistem yang terpisah. Teori ini akhirnya ditolak oleh William Harvey pada abad ke-17. Oleh karena ia menggunakan hewan sebagai media percobaannya, terdapat kesalahpahaman antara organ hewan dan organ manusia. Hal ini dikarenakan tidak semua organ serupa pada setiap spesies.
     Ilmu kedokteran di Arab pada zaman pertengahan mengembangkan apa yang telah ditemukan para pakar Yunani kuno, termasuk pula karya Galen seperti teori humoralnya. Banyak karya Galen yang dituliskan dalam bahasa Yunani diterjemahkan ke bahasa Suriah oleh Imam Nestor di Universitas Gundishapur, Persia. Oleh ilmuwan Arab, karya Galen kemudian diterjemahkan ke bahasa Arab.

PERKEMBANGAN SEJARAH ROMAWI

(a) Periode 1000 – 510 SM Zaman Kerajaan
     Pada masa ini Semenanjung Apenina dihuni oleh bangsa pendatang dari Laut Kaspia    sedangkan di bagian Selatan di huni oleh bangsa Funisia dan Yunani. Diantara mereka terjadi percampuran sehingga melahirkan bangsa Romawi
     Kota Roma didirikan menurut Vergilius dalam karyanya Aenens, kota Roma didirikan 1754 SM. Kota Roma didirikan oleh Romulus anak Aeneis dan Lavinia putri Latinus (Raja negeri Latinum) yang telah membunuh saudara kembarnya Remus.
     Kerajaan Roma diperintah seorang raja yang merangkap sebagai panglima perang dan hakim tinggi. Dalam menjalankan pemerintahannya Raja dibantu oleh Senat, yang terdiri 300 orang golongan patricier (bangsawan). Roma menjadi negara Republik yang dikuasai kaum bangsawan (Aristokrasi)

(b) Periode 510 –31 SM Zaman Republik
        Pada masa ini Roma berbentuk Republik yang pemerintahannya dijalankan oleh dua orang Konsul yang dipilih oleh rakyat. Kemudian dibentuk dewan yang terdiri :
• Senat, yaitu golongan bangsawan
• Dewan Perwakilan Rakyat, sebagian besar kaum bangsawan, hanya 4 orang golongan rakyat   
  biasa. Dan 4 orang ini mempunyai Hak Veto.
      Sering terjadinya pertentangan antara golongan bangsawan dan Rakyat biasa sehingga golongan rakyat mengungsi ke pegunungan. Hal ini menyebabkan golongan bangsawan menderita. Akibatnya golongan rakyat dipanggil dan diadakan perundingan sehingga menghasilkan kesepakatan persamaan hak yang dituangkan dalam "Twaalftafelenwet" yaitu 12 meja batu undang-undang.

(c) Periode 31 SM – 476 M Zaman Kekaisaran
      Kaisar-kaisar yang pernah memerintah adalah :
• Kaisar Octavianus dengan gelar Kaisar Agustus dan Princeps Civitas (warga tertinggi yang   
   terpilih,yang adil dan bijaksana) adalah peletak dasar kekaisaran Romawi. Wilayahnya
   meliputi Afrika Utara, Asia Barat, dan sebagian besar Eropa.Kaisar Octavianus berkuasa
   hingga tahun 14 M, Hal penting yang ia wariskan adalah dimulainya penanggalan Masehi  
  yang bertepatan dengan lahirnya Isa Al Masih.
• Kaisar Romawi berikutnya adalah Kaisar Nero (54-68 SM), Kaisar Nero terkenal sangat
   kejam dan membunuh para pemeluk agama Kristen.
• Kaisar Kaligula, terkenal kekejamannya
• Kaisar Vesvasianus (69-79 M), terkenal karena penindasannya terhadap bangsa Yahudi di
   Palestina, sehingga bangsa Yahudi terusir dari negerinya dan menyebar ke penjuru dunia
• Kaisar Hardianus (117-138 M)
• Kaisar Konstantin Agung (306-337M)
• Kaisar Theodosius (378-395M).
       Pada masa Theodosius Romawi dibagi menjadi 2 : Romawi Barat dengan ibukota Roma dan Romawi Timur dengan ibukota Konstantinopel. Romawi Barat jatuh tahun 476 M oleh Odoakar seorang panglima tentara sewaan Jerman, Romawi Timur jatuh tahun 1453 M ke tangan Turki dan berubah menjadi Istambul.

HASIL KEBUDAYAAN ROMAWI
     Kebudayaan Romawi merupakan perpaduan antara kebudayaan Yunani kuno dan Romawi. Misalnya :
• Nama-nama Dewa : Dewa Zeus diganti Jupiter, Aphrodite diganti Venus, Ares diganti Mars.
• Nama-nama bulan:
a) Januari = Jenus yaitu dewa bermuka dua,
b) Februari = Februa yaitu pesta makan menyambut tahun baru dan angka-angka Romawi
c) September = septe yang berarti 7
d) Oktober =Okto yang berarti 8.
e) Pada jaman yulius Caesar urutan bulan diubah karena dia ingin memasukan namanya yaitu  Juli = 7,
f) Begitu juga masa Octavianus, Agustus = 8. Hal ini menyebabkan kacaulah urutan bulan.
• Organisasi Negara dan Kemiliteran, pendidikan, kesenian, filsafat ilmu pengetahuan, dan    hukum (Codex Justinianus)

KARAKTERISTIK ZAMAN ROMAWI (Abad ke-1 SM - Abad ke-5)
  Romawi menjadi besar pada abad ke-1 SM  dengan menaklukkanYunani,  Eropa, Asia Barat, dan Afrika Utara
   Lebih tertarik kepada peperangan, memerintah, hukum, daripada kepada filsafat
   Membiarkan filsafat diteruskan oleh orang Yunani, sehingga perguruan Akademia dapat terus hidup
   Mula-mulabukannasrani, tetapi kemudian menjadi nasrani (di mulaidariRomawiTimur)
   Denganalasanbukannasrani, Perguruan Akademia ditutup oleh Kaisar Justinian  pada tahun 529

FILSAFAT DAN ILMU PADA PERIODE ROMAWI
A.    Bidang Filsafat
·         Diteruskan oleh orang Yunani
·         Mereka meneruskan filsafat dari zaman Yunani Kuno
·         Mereka dikenal sebagai Neo-Pythagoras, Neo-Plato,  Neo-Aristoteles

B.     Ilmu
     Dalam lapangan ilmu pengetahuan, bangsa Romawi bukanlah pencipta teori-teori, tetapi pelaksana teori yang telah ada sejak zaman Yunani. Dengan ini mata rantai yang seakan-akan putus dalam perkembangan ilmu pengetahuan menjadi tumbuh kembali. Bila sarjana Yunani adalah ahli teori, maka sarjana Romawi adalah ahli praktek. Sebagian ilmu diteruskan oleh orang Yunani dan sebagian lagi oleh orang Romawi. Tokoh terkenal pada waktu itu: Ptolemaeus (astronomi), Sosigenes (astronomi), Galen, Celsus (medik), Vitruvius (arsitek), Diophantus, Pappus, Hypatia (matematika).
1.      Bidang Astronomi
·         Pada waktu itu,  Claudius Ptolemaeus mengemukakan paham geosentris (benda langit beredar mengelilingi bumi)
·         Asumsi ini cocok dengan anggapan bahwa manusia adalah pusat alam dan dianut oleh katedral (gereja)
·         Asumsi ini bertahan sampai Zaman Kebangkitan

2.      Kalender
     Sebelum Romawi  menjadi  negara adikuasa (abad ke-1 sM), mereka juga menerima kalender dari Yunani Kuno . Romawi menyusun  kalender matahari yang berubah-ubah  yang kemudian distandardisasi oleh Julius Ceaser . Kalender inilah yang  kemudian menjadi  kalender internasional yang  kita pergunakan sekarang (disempurnakan oleh Paus Gregoriu.Julius Ceaser menugaskan Sosigenes menstandarkan  kalender.
     Konon kabarnya, kalender Romawi kuno ditetapkan oleh raja pertamanya pada abad ke-7 atau ke-8 sebelum Masehi. Pada ketentuan raja Romulus ini, awal tahun dimulai pada bulan Martius dan diakhiri pada bulan December (desi = 10). Panjang tahun adalah 10 bulan. Setiap bulan terdiri atas 30 atau 31 hari sehingga di dalam setahun terdapat 304 hari. Setelah itu terdapat celah musim dingin yang tidak ada kalendernya.
     Raja kedua Numa Pompilius membagi celah musim dingin itu menjadi dua bulan yakni bulan Januarius dan Februarius. Dua bulan tambahan sebanyak 50 hari ini diletakkan di akhir tahun sehingga di dalam setahun terdapat 354 hari. Kemudian pada bulan Januarius ditambahkan satu hari lagi sehingga di dalam setahun terdapat 355 hari.
      Raja kelima Tarquinius Priscus (616 – 579 sM) adalah orang Etruscan. Kalender diubah menjadi kalender republik. Pada kalender republik ini, Februarius 28 hari; Martius, Maius, Julius (waktu itu masih bernama Quintilis), dan October,  masing-masing 31 hari; serta Januarius, Aprilis, Junius, Augustus (waktu itu masih bernama Sextilis), dan December, masing-masing 29 hari. Di dalam setahun terdapat 355 hari. Raja ini juga memindahkan awal tahun ke bulan Januarius namun pada tahun 510 sM, melalui pengusiran orang Estrucan, awal tahun dikembalikan ke bulan Maret.
     Pada setiap akhir tahun, orang Romawi melakukan pembayaran upah. Sering upah berkenaan dengan pekerjaan di dalam musim yang dipengaruhi oleh kedudukan matahari. Namun dengan 355 hari setahun, kedudukan matahari bergeser dari akhir tahun ke akhir tahun. Karena itu orang Romawi menambahkan 22 dan 23 hari selang-seling pada setiap dua tahun, dan tambahan diselipkan di antara tanggal 23 dan 24 Februarius. Dengan demikian, setiap empat tahun terdapat 1465 hari atau  rerata di dalam setahun terdapat 366,25 hari.
     Julius Ceaser memanggil Sosigenes untuk membenahi kalender. Sosigenes menggunakan tahun dengan 365,25 hari.  Pada tahun 46 sM, Sosigenes menambah 67 hari ke dalam kalender sehingga pada tahun itu terdapat 445 hari. Mulai tahun 45 sM, Romawi menggunakan kalender baru yakni tahun dimulai pada tanggal 1 Januarius. Bulan Januarius, Martius, Maius, Quintilis (Juli), September, November terdiri atas 31 hari. Bulan Aprilis, Junius, Sextilis (Agustus), October, dan December terdiri atas 30 hari. Bulan Februarius terdiri atas 29 hari. Di dalam setahun terdapat 365 hari. Dan setiap empat tahun, di antara tanggal 23 dan 24 Februari ditambah satu hari.
     Pada tahun 44 sM, Senat Romawi mengusulkan bulan Quintilis diubah menjadi Julius untuk menghormati Julius Caesar serta pada tahun 8 sM, Senat mengusulkan bulan Sextilis diubah menjadi Augustus untuk menghormati Augustus Caesar. Kedua kaisar ini harus sama besarnya sehingga bulan Julius dan Augustus masing-masing harus terdiri atas 31 hari. Satu hari tambahan pada bulan Agustus diambil dari bulan Februarius sehingga bulan Februarius berkurang menjadi 28 hari. Karena terdapat berturut-turut Julius, Augustus, September sebesar 31 hari, maka diadakan perubahan. Dengan perubahan itu, September dan November terdiri atas 30 hari serta October dan December menjadi 31 hari. Di dalam setahun terdapat 365 hari. Dan setiap empat tahun, bulan Februarius terdiri atas 29 hari.
     Ternyata penambahan satu hari di dalam empat tahun adalah terlalu banyak. Satu tahun tropis terdiri atas 365,242199 hari sehingga setelah lebih dari 15 abad, kelebihan itu menjadi sepuluh hari. Pada tahun 1582, Paus Gregorius XIII memangkas kalender sebanyak 10 hari sehingga setelah tanggal 4 October, besoknya menjadi tanggal 15 October. Selain itu, setiap empat abad, dikurangi 3 hari. Pengurangan ini ditempuh dengan menghilangkan tahun kabisat pada tahun ratusan yang tidak habis dibagi empat ratus. Ini berarti tahun 1700, 1800, dan 1900 bukan tahun kabisat tetapi tahun 1600 dan 2000 adalah tahun kabisat.
     Sebelum menggunakan kalender baru,  tahun terakhir berlangsung selama 445 hari. Kalender ini yang kita gunakan sekarang (pada abad  ke-15 dikoreksi oleh Paus Gregorius) dengan mengurangi tiga hari pada setiap empat abad; ketika diterapkan, terjadi lompatan 10 hari.
     Penanggalan Romawi mula-mula hanya 10 bulan, dari Martius sampai December. Oleh kaisar Romawi ke-2, ditambah 2 bulan pada musim dingin sehingga menjadi


1.          Martius
2.          Aprilis
3.          Maius
4.          Junius
5.          Quintilis  (Julius)
6.          Sextilis    (Augustus)
7.          September
8.          October
9.          November
10.      December
11.      Januarius
12.      Februarius



     Karena ada upacara pada bulan Januarius, maka kemudian awal tahun digeser ke Januarius. Pada tahun ke-45 sebelum Masehi, penanggalan Romawai cukup kacau. Julius Ceaser minta Sosigenes membenahi kalender. Dasar pembenahan adalah 365 ¼  hari setahun sehingga setahun 365 hari dan interkalasi 4 tahun sekali dengan 366 hari. Dimulai tahun 44 sebelum Masehi sehingga tahun 45 sM menjadi 400 hari lebih.
     Senat menghormati Julius Ceaser dan mengganti Quintilis menjadi Julius. Pada tahun 4 sM, Senat menghormati Augustus Ceaser dan mengganti Sextilis menjadi Augustus. Bulan Julius dan Augustus dibuat sama 31 hari.
     Ternyata setahun mengandung 365 ¼ hari kurang sedikit sehingga kelebihan. Pada abad ke-16 kelebihan sampai 10 hari. Agar cocok pada tahun 1527, 10 hari itu dihilangkan pada bulan Oktober (tanggal 5 lompat ke 15) dan selanjutnya setiap 400 tahun dikurangi 3 hari pada tahun ratusan.
     Penanggalan
·            Masehi             : 1 – 1 – 2000
·            Hijrah              : 24 Ramadhan 1420
·            Jawa                : 24 Pasa 1932
·            Yahudi             : 5761
·            Koptik             : 1717
·            Ethiopia           : 1993
·            Persia               : 1379
·            Hindu              : 5101
·            Konghucu       : 25 – 11 – 2550
·            Jepang             : 1 – 1 – 2660
·            Romawi           : 2753
·            Thailand          : 1 – 1 – 2543

3.      Pengobatan
     Bangsa Romawi pertama kali mempelajari ilmu pengobatan dari bangsa Yunani. Faktanya, sebagian besar dokter Romawi berasal dari Yunani, atau merupakan keturunan Yunani. Seperti bangsa Yunani, bangsa Romawi percaya pada empat cairan (empedu hitam, empedu kuning, lendir, dan darah) dan metode pengobatan dengan cara pengeluaran darah. Dokter Romawi yang paling penting adalah Galen, yang hidup pada tahun 100-an Masehi dan menulis sebuah buku tentang pengobatan. Buku Galen tersebut (sebenarnya merupakan versi pendeknya) menjadi buku pengobatan utama yang digunakan oleh para dokter di Eropa selama ratusan tahun berikutnya. Galen mengulangi banyak penelitian Hippokrates mengenai empat cairan, namun dia juga menambahkan banyak sekali hasil penelitiannya tentang tubuh manusia. Galen mempelajari bagian dalam tubuh manusia dengan cara memeriksanya langsung. Biasanya dia mengamati tubuh prajurit atau gladiator yang terluka. Dan dia memebdah banyak hewan untuk mengetahui cara kerja tubuh mereka. Galen tentunya mengetahui tentang anatomi lebih banyak daripada Hippokrates. Galen memahami bahwa darah dialirkan ke seluruh tubuh oleh jantung. Dan dia sudah mengungkap bahwa saraf mengendalikan gerakan tubuh, dan bahwa manusia berpikir menggunakan otak. Namun dia tidak membuat banyak kemajuan dalam hal metode pengobatan terhadap manusia. Dia masih berpikiran bahwa metode pengeluaran darah adalah cara yang baik.
4.      Angka Romawi
     Bangsa Romawi mempergunakan beberapa sistem berbeda untuk penulisan angka. Kadang mereka menulis angka seperti ini: I II III IV V dan di lain waktu mereka mempergunakan angka Yunani. Angka Romawi tidak selalu ditulis dengan cara yang sama. Berikut ini adalah tabel yang menunjukkan angka Romawi.


Lambang
Nilai
I
1
II
2
III
3
IV
4
V
5
VI
6
VII
7
IX
9
X
10
Lambang
Nilai
XI
11
XII
12
XIII
13
XIV
14
XIX
19
XX
20
XXX
30
XL
40
C
100,dst


Runtuhnya Romawi
·      Romawi diserang oleh Goth dari Utara serta oleh Vandals
·      Pada akhir abad ke-4, Romawi pecah  menjadi Romawi Barat (di Roma) dan
    Romawi Timur (di Konstantinopel)
·      Romawi Barat runtuh pada abad  ke-5
·      Romawi Timur dapat bertahan sampai tahun 1475 namun mereka lebih dikenal
    sebagai Byzantium daripada sebagai Romawi
·      Di sini, Zaman Romawi diakhiri dengan runtuhnya Romawi Barat
·      Dengan demikian, Zaman Romawi adalah dari abad ke-1 sM sampai abad  ke-5









DAFTAR PUSTAKA

     maret 2013 )
http://id.wikipedia.org/wiki/Romawi_Kuno ( diakses tanggal 23 Maret 2013 )
http://id.wikipedia.org/wiki/Ptolemy ( diakses tanggal 23 Maret 2013 )
http://id.wikipedia.org/wiki/Pliny_the_Elder ( diakses tanggal 23 Maret 2013 )
http://id.wikipedia.org/wiki/Strabo (diakses tanggal 23 Maret 2013 )
http://id.wikipedia.org/wiki/Galen (diakses tanggal 23 Maret 2013 )
     tanggal 23 Maret 2013 )
Wikipedia terjemahan. Sejarah Ilmu Pengetahuan di Zaman Kuno Klasik. (Online,   
     http://www.britannica.com/EBchecked/topic/567832/Strabo  ), diakses 23 Maret 2013.










Tidak ada komentar:

Posting Komentar